retensi adalah

Retensi Karyawan: Pentingnya dan Cara Mengelolanya dengan Efektif

Jika Anda adalah seorang pemilik bisnis, tentu sudah mengetahui bahwa salah satu faktor terbesar dalam kesuksesan bisnis adalah kontribusi yang baik dari karyawan. Untuk mencapai hal tersebut, stabilitas performa dan retensi adalah unsur penting yang harus diperhatikan perusahaan.  Namun, apakah Anda sudah mengetahui apa itu sebenarnya retensi, dan bagaimana cara mengelolanya secara efektif? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak bersama ulasan lengkapnya di bawah ini, ya! Definisi Retensi Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) retensi adalah penyimpanan atau penahanan. Kemudian, dilansir dari kemenkeu.go.id, retensi sejatinya adalah jumlah termin (progress billing) yang belum dibayarkan atau ditahan hingga pemenuhan kondisi yang ditentukan dalam kontrak untuk dibayarkan jumlah tersebut. Dikutip dari buku Manajemen Sumber Daya Manusia (Manusia, Data dan Analisis) karya Novia Ruth Silaen, dkk, menyebutkan bahwa retensi karyawan adalah suatu keharusan perusahaan untuk mempertahankan sumber daya manusia terbaik yang dimilikinya.  Melalui strategi retensi yang tepat, perusahaan mampu mempertahankan karyawan yang berkualitas untuk membantu perkembangan usaha. Strategi retensi memiliki tujuan untuk mengurangi turnover karyawan yang dapat berdampak kurang baik pada perusahaan. Baca Juga : Cara Melaporkan SPT Tahunan dengan Mudah dan Benar Mengapa Retensi Karyawan Penting bagi Perusahaan? Secara umum, retensi khususnya retensi karyawan memiliki manfaat utama agar karyawan-karyawan terbaik yang memiliki potensi sebagai pemimpin masa depan perusahaan tetapi dapat bertahan dan memberikan potensi terbaiknya di perusahaan tersebut. Tingkat retensi yang baik memungkinkan perusahaan untuk dapat menggerakkan roda bisnisnya dengan lebih optimal. Adapun 8 manfaat lainnya dari retensi karyawan yang sangat menguntungkan perusahaan, antara lain sebagai berikut: 1. Menghemat Biaya Menurut survei dari the Society for Human resource Management (SHRM), biaya keseluruhan untuk merekrut karyawan baru 90 persen lebih mahal dibandingkan dengan mempertahankan karyawan aktif saat ini. Bahkan persentase kenaikannya dapat mencapai 200 persen, apabila senioritas posisi yang perlu diisi adalah posisi manajer ke atas. Perlu kita ketahui juga bahwa biaya yang mencakup hal ini bukan hanya gaji saja, tetapi juga imbas produktivitas tim, hingga biaya training. 2. Efisiensi Program Training dan Rekrutmen Ketika perusahaan berhasil mempertahankan karyawan yang berkualitas, itu berarti perusahaan tidak perlu menghabiskan sumber daya yang berharga untuk merekrut dan melatih karyawan baru secara terus-menerus. Melalui retensi karyawan, perusahaan dapat menciptakan stabilitas dalam tenaga kerja, mengurangi biaya rekrutmen, dan meningkatkan efisiensi program pelatihan. 3. Meningkatkan Produktivitas Karyawan yang tinggal lebih lama di perusahaan cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tugas mereka dan proses bisnis perusahaan. Mereka memiliki kesempatan untuk mengasah keterampilan mereka, membangun pengetahuan yang mendalam tentang pekerjaan mereka, dan menjadi ahli dalam bidangnya. Dengan tingkat produktivitas yang lebih tinggi, perusahaan dapat mencapai tujuan dan sasaran dengan lebih efektif. 4. Meningkatkan Engagement Karyawan Karyawan yang merasa dihargai dan diakui oleh perusahaan memiliki tingkat keterikatan (engagement) yang lebih tinggi terhadap pekerjaan mereka. Ketika perusahaan mampu mempertahankan karyawan, mereka dapat membangun budaya kerja yang positif, menciptakan lingkungan di mana karyawan merasa termotivasi, terlibat, dan berkomitmen untuk memberikan yang terbaik. 5. Karyawan Lebih Kompeten dan Berpengalaman Pada umumnya, karyawan lama memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka secara bertahap dibandingkan karyawan baru. Mereka dapat mengikuti pelatihan dan pengembangan yang disediakan oleh perusahaan, atau belajar dari pengalaman kerja sehari-hari. Karyawan yang kompeten dan berpengalaman dapat menjadi aset berharga bagi perusahaan, membawa pengetahuan yang lebih mendalam dan mampu menghadapi tantangan dengan lebih baik. 6. Meningkatkan Customer Experience Karyawan yang sudah lama bekerja di perusahaan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan preferensi pelanggan. Mereka telah membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dapat memberikan pelayanan yang lebih baik, dan mampu merespons permintaan dengan cepat. Hal ini berdampak positif pada pengalaman pelanggan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan memperkuat hubungan bisnis. 7. Proses Adaptasi Karyawan yang Lebih Terstruktur Ketika karyawan tinggal lama di perusahaan, mereka memiliki waktu yang lebih lama untuk beradaptasi dengan budaya, proses, dan sistem perusahaan. Mereka menjadi lebih terbiasa dengan lingkungan kerja, aturan, dan tugas yang harus dilakukan. Ini mengarah pada proses adaptasi yang lebih terstruktur bagi karyawan baru yang masuk ke perusahaan, sehingga mempercepat integrasi mereka dan meningkatkan efisiensi operasional. 8. Meningkatkan Profit Perusahaan Karyawan yang tetap tinggal di perusahaan memberikan kontribusi yang berkelanjutan dalam mencapai tujuan bisnis. Mereka mengenali peluang, memiliki pengetahuan yang mendalam tentang produk atau layanan perusahaan, dan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan. Retensi karyawan yang baik dapat berdampak positif pada profitabilitas perusahaan, membantu meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya yang terkait dengan kehilangan karyawan. Baca Juga : Apa itu PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) dan Bagaimana Pengaturannya Faktor-Faktor yang Memengaruhi Retensi Karyawan Terdapat beberapa faktor yang dapat memengaruhi retensi karyawan di sebuah perusahaan. Berikut ini adalah faktor-faktor penting yang dapat memengaruhi retensi karyawan, antara lain: 1. Kompensasi dan Manfaat Salah satu faktor utama yang memengaruhi retensi karyawan adalah kompensasi dan manfaat yang diberikan oleh perusahaan. Karyawan cenderung lebih termotivasi untuk tinggal di perusahaan jika mereka merasa bahwa mereka dihargai dan diberi imbalan yang adil atas kontribusi mereka. Selain gaji yang kompetitif, manfaat tambahan seperti asuransi kesehatan, program pensiun, cuti yang adil, dan insentif kinerja juga dapat memengaruhi keputusan karyawan untuk tetap tinggal. 2. Peluang Pengembangan Karier dan Pengakuan Karyawan cenderung mencari peluang pengembangan karier yang jelas dan jalan yang jelas untuk kemajuan dalam organisasi. Perusahaan yang menawarkan program pengembangan, pelatihan, dan mentoring dapat membantu karyawan untuk meningkatkan keterampilan mereka dan mencapai tujuan karier mereka. Selain itu, pengakuan dan apresiasi atas prestasi kerja yang baik juga penting untuk mempertahankan karyawan. Karyawan ingin merasa diakui atas kontribusi mereka dan melihat prospek karier yang menjanjikan di perusahaan. 3. Lingkungan Kerja yang Positif dan Suportif Lingkungan kerja yang positif dan suportif memiliki pengaruh besar terhadap retensi karyawan. Karyawan cenderung lebih bahagia dan termotivasi saat mereka merasa dihargai, didukung, dan memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja dan manajemen. Budaya kerja yang inklusif, komunikasi yang efektif, dan kesempatan untuk bekerja dalam tim yang solid dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang positif. Juga, mengakomodasi kebutuhan karyawan, seperti fleksibilitas waktu kerja dan keseimbangan kerja-kehidupan pribadi yang baik, juga dapat meningkatkan retensi. Baca Juga : Kompensasi Sebagai Alat untuk Memotivasi Karyawan Strategi Efektif dalam Mengelola Retensi Karyawan Dalam mengelola retensi karyawan, terdapat beberapa strategi efektif yang dapat Anda terapkan, agar proses

Retensi Karyawan: Pentingnya dan Cara Mengelolanya dengan Efektif Read More ยป